Sabtu, 13 Desember 2014

One Direction-Once In A Lifetime

Once in a lifetime
It's just right
We made no mistakes
Not even a landslide or riptide
Could take it all away

Somehow, it feels just nothing has changed
Right now my heart is beating the same
Out loud someone's calling my name
It sounds like you

When I close my eyes
All the stars align
And you are by my side
You are by my side

Once in a lifetime
It's just right
That we are always safe
Not even the bad guys in the dark night
Could take it all away

Somehow, it feels like nothing has changed
Right now my heart is beating the same
Out loud someone's calling my name
And it sounds like you

When I close my eyes
All stars align
And you are by my side
You are by my side
You are by my side
You are by my side

Once in a lifetime
You were mine

Ada Bapak Bertanya Pada.... Bapaknya?

Waktu itu kami di kelas sedang mengantri di depan meja guru untuk meminta nilai atas tugas yang diberikan kepada kami. Yang mengantri di depanku, F dan yang mengantri dibelakangku adalah N. Saat itu, F sedang bernyanyi.
          F       : “Ada bapak bertanya pada bapaknya.”
          N       : “Salah, woi! Ada anak bertanya pada bapaknya!”
          F       : “Emang tadi aku nyanyi apa?”
          Aku   : “Ada bapak bertanya pada bapaknya.”
          F       : “Oh, salah ya? Ya udah deh..”
          Lalu F melanjutkan bernyanyi dengan lirik yang benar. Melihat kecuekan F yang tidak peduli dia habis salah lirik dan tetap bernyanyi, aku dan N tertawa, bahkan seluruh murid yang mendengar percakapan kami bertiga ikut tertawa.

******

          Ada yang ingat kejadian ini?

Senin, 08 Desember 2014

Kakek Kukuk

Suatu hari, disebuah desa hewan tinggallah seekor burung hantu yang sudah tua. Dia sering dipanggil Kakek Kukuk. Dia hidup sebatang kara. Tak ada keluarga ataupun sanak saudara. Suatu hari, ketika Kakek Kukuk sedang berburu di malam hari dia melihat seekor kelelawar kecil terbang sambil menangis meneriaki ibunya.
            “Ibu! Ibuu! Ibuuuuu!!” teriak anak kelelawar itu.
            Kakek Kukuk menghampiri anak itu di udara. Kakek Kukuk menyuruh anak kelelawar itu hinggap di dahan pohon didekat mereka terbang, lalu Kakek Kukuk memintanya untuk menceritakan apa yang terjadi padanya. Setelah beberapa saat anak kelelawar itu menceritakan pada Kakek Kukuk. Akhirnya Kakek Kukuk pun mengerti, ternyata anak kelelawar itu terpisah dari induknya dan saudaranya ketika ibunya mengajak berburu.
            “Dimana rumahmu, Nak?” tanya Kakek Kukuk.
            “Di ujung sebelah utara desa.” jawab anak kelelawar itu.
            Kakek Kukuk mengantarkan anak kelelawar itu sampai di  rumahnya. Melihat anaknya kembali, ibu kelelawar menangis tersedu-sedu karena bahagia. Sebagai tanda terima kasih karena Kakek Kukuk sudah menyelamatkan anak bungsunya, ibu kelelawar menganggap Kakek Kukuk sebagai saudaranya. Mulai saat itu Kakek Kukuk tinggal bersama keluarga kelelawar. Kakek Kukuk pun tidak hidup seorang diri lagi, sekarang dia sudah memiliki keluarga dan Kakek Kukuk pun hidup bahagia bersama keluarga kelelawar.


******

Rabu, 12 November 2014

Cerita Dibalik Es Krim Petit

Waktu itu, kira-kira aku masih berumur 4-6 tahun. Saat itu adalah saat dimana aku suka sekali dengan yang namanya jajan. Pas sekali, saat itu juga ada sebuah warung yang baru buka di dekat rumahku. Meskipun ayahku juga memiliki warung, tetap saja aku selalu hobi jajan ke warung orang lain. Warung baru itu menjual es krim. Karena ayahku tidak menjual es krim, aku pun meminta uang kepada ibuku. Aku bermaksud membeli salah satu es krim di warung itu.
            “Ma, minta uang. Aku pingin beli es krim.” kataku sembari menyodorkan tangan dengan telapak tangan menghadap ke atas, nyuwun.
            Ibuku mengambil dompetnya dan memberiku selembar uang seribu rupiah.
            “Bilang ke Aa* nya, beli es krim yang harga seribu.” nasehat ibuku karena saat itu aku masih belum mengerti nominal uang.
            Aku pun berlari dengan bersemangat ke warung itu sambil menggenggam uang seribu itu.
            “A, beli es krim yang harganya seribu” seruku sambil menyodorkan uang seribu itu,
            “Es krimnya nggak ada yang seribu, de. Adanya juga yang sembilan ratus.” jawab si Aa penjaga warung.
            Dengan kecewa, aku pun berjalan ke rumah dengan langkah gontai. Ketika di rumah, aku bercerita kepada ibuku perihal es krim yang seharga sembilan ratus rupiah itu. Mendengarnya, ibuku hanya tertawa.
            “Kenapa nggak beli yang itu aja? Kan uangnya cukup, kembalian seratus malah.” seru ibuku disela tawanya.
            Dengan semangat yang kembali membara, aku berlari lagi ke warung itu.
            “A, beli krim yang tadi!” seruku ketika sampai untuk kedua kalinya di warung itu.
            Si Aa pun memberikan es krim tersebut. Dengan senang aku melahap es krim itu sampai tersisa stiknya.
******
            Ketika aku berumur 11 tahun, aku membeli es krim di sekolahku. Berhubung aku hanya memiliki uang tiga ribu rupiah, aku pun memberanikan diri bertanya pada bapak penjual es krim.
            “Pak, ada es krim yang tiga ribu nggak?” tanyaku.
            “Kalo yang tiga ribu mah nggak ada neng**. Ada nya juga yang dua ribu.” jawab si bapak.
            “Ya udah pak, nggak apa-apa, yang dua ribu aja.”
            Si bapak menyodorkan sebuah es krim ‘petit’. Aku pun membayar es krim itu. Ketika melihat bungkusnya, aku pun menyadari es krim itu adalah es krim yang aku beli waktu kecil seharga sembilan ratus. Akupun menyadari betapa bodohnya aku dulu. Aku bingung kenapa dulu aku pulang ke rumah tanpa es krim dengan alasan ‘aku membeli es krim dengan harga SEMBILAN RATUS RUPIAH sedangkan aku memiliki uang SERIBU RUPIAH’. Aku pun tertawa sendiri mengingat kejadian itu.
            Ketika temanku bertanya kenapa aku tertawa sendirian. Aku pun menceritakan kejadian itu. Tenyata, temanku malah tertawa lebih keras dibandingkan aku ketika mendengar kebodohanku.
******
            *Aa: panggilan untuk kakak laki-laki atau untuk laki-laki yang lebih tua, kalau di Jawa disebut mas.

            *Neng : panggilan untuk perempuan yang umurnya lebih tua, kalau di Jawa disebut Nduk.

Senin, 08 September 2014

Pura-Pura Ninja

Pura-Pura Ninja, yup! Nama yang mirip dengan film berjudul ‘Kura-Kura Ninja. Asal mula kata ‘Pura-Pura Ninja’ ada sejarahnya lohh… Sejarahnya bermulai dari suatu misi, misi kami adalah bermain ke rumah Silmi tanpa ada teman kami yang tau dan membuntuti.  Letika itu hanya ada aku, Silmi, Farah dan Tajqia, Haura tidak ikut (kalo gak salah ini the pas habis bimbel).
            Kami berempat pun menyusun rencana. Sekarang, posisi kami berada di gerbang keluar utama. Sedangkan posisi teman yang lain berada di gerbang masuk kedua. Rencana yang telah kami susun adalah: berpencar (berdua-berdua. Aku-Tajqia. Farah-Silmi) kita memutuskan berpencar dikarenakan agar tidak ada yang curiga, mengendap-endap dari gerbang keluar utama ke gerbang keluar kedua, jika berhasil keluar kita ke rumah Silmi bersama-sama. Kami harus sangat berhati-hati, karena jika kami ketahuan kami akan dibanjiri oleh sejuta pertanyaan *lebay.
            Akhirnya kami berhasil, kami pun bersorak seraya bertos ‘Pura-Pura Ninja’. Sebenarnya ga tau tau pasti kenapa harus Pura-Pura Ninja (PPN). Tanya saja kepada rumput yang bergoyang. Hohoho XD
            Sebenernya aku udah nyaman sama PPN, tapi mau-gak-mau kita harus pisah dikarenakan kami berlima tidak memilih SMP yang sama.
            Kenapa kita harus berpisah di saat aku lagi nyaman-nyamannya sama mereka? #eaaaa
            PPN adalah temppat dimana aku bisa tertawa lepas selain keluarga dan saudara, tempat dimana aku bias seru-seruan juga <3 Oh ya, PPN juga tempat dimana aku uji ketegaran *lebay. Disaat mereka lagi gak ngertiin aku dan disaat mereka lagi ngejek aku pake bahasa yang aneh-aneh.
            Tapi cara mereka ngejek aku tuh beda, kok. Mereka ngejek aku Cuma buat seru-seruan atau bercanda doing kok. Aku juga mengkategorikan ejekan itu sebagai hal yang indah. Yaa.. namanya juga hubungan ada enaknya ada enggak nya juga.
            Aku harap kita masih bias terus bersahabat ya, meskipun jarak membatasi kita. Karena jarak bukanlah alasan sebagai akhir dari persahabatan bukan?
            Sejauh ini aku belum nemuin sahabat seasyik kalian <3 J

            Ket: atos ah, cangkeul yeuh! Tulisan juga udah acak kadul. Maaf kalo lebay. Maaf kalo alay. Tos ahh, bukuna bisi séép.. bye maksimal!! (?)


 ******

wkwkwkwkk... ini cerita yang paling konyol! tapi seruuu.... dan akhirnya Tuhfa bikin cerita jugaa.. semoga kita tetep bisa sahabatan aammiiinnn...

aku bingung mau komentar apalagi!

Minggu, 31 Agustus 2014

Si Kancil

            Disebuah hutan tinggalah sekelompok binatang. Seperti burung gagak, gajah, kura-kura, tikus  tanah dll. Pada suatu hari ada 3 binatang hutan Gagak, Gajah dan Kura-kura berprotes didepan rumah Pak Beo karena kehilangan persediaan makanan mereka. Pak Beo sebagai yang dituakan di hutan itu bertanya, apa saja yang hilang.
            Kura-kura mengaku kehilangan timun-timun yang telah ia tanam dikebunnya. Kura-kura mengaku bahwa kebun timunnya rusak dan dia menemukan jejak kaki disekitar kebunnya. Gagak mengeluhkan jagung-jagungnya hilang. Dia juga menemukan jejak kaki binatang  disekitar gudang penyimpanan jagungnya.
            Gajah juga mengaku pisangnya hilang 10 sisir. Gajah menemukan jejak kaki tak dikenal dirumahnya. Pak Beo memutuskan akan melihat jejak kaki-jejak kaki tersebut. Pertama-tama mereka pergi ke kebunnya Kura-kura. Diperlihatkanlah jejak kaki tersebut oleh Kura-kura.
            “Ini jejak kaki yang terdapat digudang jagungku!” seru Gagak
            “Dirumahku juga jejak kakinya yang seperti ini.” Kata Gajah.
            Malamnya mereka menumpuk buah-buahan di halaman rumah Pak Beo untuk menjebak sang pencuri. Lalu mereka bersembunyi dibalik semak-semak. Tak lama, ada seekor kancil yang mendekati tumpukan buah tersebut dengan cara mengendap-endap.
            “Tangkap!” seru Gajah.
            Pak Beo, Kura-kura, Gajah dan Gagak pun berlari kea rah si Kancil dan menangkapnya. Pak Beo melihat jejak kakinya dan ternyata sama dengan jejak kaki yang berada di kebun Kura-kura.
            “Apa kamu yang mencuri timun milik Kura-kura, jagung milik Gagak dan pisang milik Gajah?” Tanya Pak Beo pada si Kancil.
            Awalnya Kancil tidak mengakui, tapi pada akhirnya si Kancil mengakui bahwa dirinyalah yang mencuri buah-buahan tersebut. Kancil meminta maaf kepada Kura-kura, Gagak, Gajah serta Pak Beo. Si Kancil pun berjanji tidak akan mencuri lagi.


Senin, 18 Agustus 2014

Buaya Insaf

Di sebuah sungai hiduplah seekor Buaya yang mahir dibanyak bidang tetapi tidak mau membantu tetangganya yang kesusahan. Seperti hari kemarin Ibu Kuda nil meminta si Buaya membetulkan
 listrik di rumahnya yang padam. Tetapi si Buaya tidak mau. Jadi Ibu Kuda nil terpaksa memanggil tukang listrik untuk membetul kan listrik di rumahnya.

Hari ini Pak Berang-berang datang ke rumah si Buaya. Pak Berang-berang meminta si Buaya agar membetulkan atap rumahnya yang bocor. Tetapi si Buaya tidak mau karena beralasan sibuk. Padahal alasan si Buaya tidak mau menbantu adalah malas dan dia yakin jika setelah membantu para tetangganya dia tidak akan mendapatkan imbalan.

Pada suatu hari angin bertiup kencang yang disertai hujan lebat dan petir yang menyambar kian kemari
 Semua binatang yang ada diluar rumah segera masuk kedalam rumahnya masing-masing, kecuali si Buaya. Ketika dia menuju rumahnya, dari kejauhan dia melihat rumahnya sudah rata dengan tanah, hancur dan berantakan. Dia pun berlari ke rumah ibu Kuda nil yang berada disisi sungai. Dia menggedor-gedor pintunya sambil berteriak minta tolong tapi tidak ada jawaban.

Si Buaya segera berlari berlari kedalam sungai dan mengunjungi rumah Pak Berang-berang. Dia berteriak minta tolong di depan rumah Pak Berang-berang.

"Pergilah kau, Buaya! Aku tak sudi menolongmu!" Teriak Pak Berang-berang dari dalam rumahnya.

Dengan putus asa dia berlari ke rumah Rusa yang menjabat sebagai RT di sungai itu. Untung saja Rusa mau menolong si Buaya dan membiarkannya berteduh dari hujan yang ganas diluar sana. Didalam rumah Rusa, Buaya bercerita tentang para tetangga yang tidak mau menolangnya. Rusa pun menjawabnya dengan menasehati Buaya. Rusa bercerita tentang Buaya yang tidak mau membantu tetangganya, dan Rusa menyarankan agar si Buaya besok meminta maaf kepada tetangganya dan berjanji akan merubah sikapnya.

Keesokan harinya Rusa mengumpulkan seluruh warga disekitar sungai itu di depan rumahnya. Saat itu juga Buaya meminta maaf kepada warga atas sikapnya. Seluruh warga memaafkan Buaya. Seluruh warga membantu mendirikan kembali rumah Buaya yang roboh.

Seperti janjinya, setelah kejadian itu Buaya mau membantu tetangganya dengan hati ikhlas.

Kamis, 07 Agustus 2014

Tulus-Sepatu

Kita adalah sepasang sepatu
Selalu bersama tak bisa bersatu
Kita mati bagai tak berjiwa
Bergerak karena kaki manusia

Aku sang sepatu kanan
Kamu sang sepatu kiri
Kusenang bila diajak berlari kencang
Tapi aku takut kamu kelelahan
Ku tak masalah bila terkena hujan
Tapi aku takut kamu kedinginan

Kita sadar ingin bersama
Tapi tak bisa apa apa
Terasa lengkap bila kita berdua
Terasa sedih bila kita di rak berbeda
Di dekatmu kotak bagai nirwana
Tapi saling satu pun kita tak berdaya

Kusenang bila diajak berlari kencang
Tapi aku takut kamu kelelahan
Ku tak masalah bila terkena hujan
Tapi aku takut kamu kedinginan

Kita sadar ingin bersama
Tapi tak bisa apa apa
Kita sadar ingin bersama
Tapi tak bisa apa apa

Terasa lengkap bila kita berdua
Terasa sedih bila kita di rak berbeda
Di dekatmu kotak bagai nirwana
Tapi saling satu pun kita tak berdaya

Cinta memang banyak bentuknya
Mungkin tak semua bisa bersatu

Minggu, 03 Agustus 2014

Clamody

Hari ini tanggal 3 Agustus, Clamody jalan-jalan yang baru datang aku, Silmi, Farah, Tuhfa sih belum datang, tapi Tajqia nggak bakal dating. Pertama, kita ngumpul di gramedia habis itu ke KFC dehh.. nggak tau mau kemana lagi..
           
Clamody terbentuk kelas 6, sebenernya nggak tau sih mereka bakal nganggap sahabat, akhirnya mereka nganggap juga J
         
 Kita punya mimpi bikin film, tapi mudah-mudahan film itu jadi karena sekarang masing-masing anggota sibuk sendiri-sendiri, semoga bias kumpul lebih sering dan lebih lama lagi.

            
Aku pingin Clamody lebih kompak, tetep bersahabat, jangan ada marahan, pokoknya jaga komunikasi ya…

******
Thanks for today buat kalian bertigaaa.... Hari ini seru banget! Mulai dari rebut di gramedia, maksa haura bikin cerita ini di KFC, makan lagi di foodcourt dan maksa Tuhfa buat bikin cerita tentang clamody tapi tetep aja nggak mau. Jadinya malah main Truth or Dare. Terus ke 21 nonton Bajaj Bajuri the movie. Seru, ngakak bareng di bioskop. Sayang aja ada yang namanya sore, jadi kita harus pulang. Tapi makasih banget ya buat hari iniJ

Sabtu, 26 Juli 2014

Taylor Swift-White Horse

Say you're sorry
That face of an angel
Comes out just when you need it to
As I packed back and forth all this time
Cause I honestly believed in you

Holding on
The days drag on
Stupid girl
I should have know,
I should have know

That I'm not a princess 
This ain't a frairy tale
I'm not the one you'll sweep off her feet
Lead her up the stairwell
This ain't Hollywood
This is a small town
I was a dreamer before you went and let me down
Now it's too late for you and you're white horse to come around

Maybe I was naive
Got lost in your eyes and never really had a chance
My mistake, I didn't know to be in love
You had to fight to have the upper hand

I had so many dreams
about you and me
Happy endings 
Now I know

That I'm not a princess 
This ain't a frairy tale
I'm not the one you'll sweep off her feet
Lead her up the stairwell
This ain't Hollywood
This is a small town
I was a dreamer before you went and let me down
Now it's too late for you and you're white horse to come around
And there you are on your knees
begging for forgiveness,  begging for me
Just like I always wanted but I'm so sorry

Cause I'm not the princess
This ain't a fairy tale
I'm gonna find someone someday who might actually treat me well
This is a big world
That was a small town
There in my rear view mirror disappearing now
And it's too let for you and you're white horse to catch me now
Try and catch me now
Oh, it's too late
To catch me now

CLAMODY

Clamody, hemm.. dari namanya juga kerentuh, singkatannya Clever, Lass, Activate, Marvelous, One Direction and Zealously, keren.. Top bangetlah..

Nih, dari kelas 1, 2, 3, 4 sampai 5. Aku jujur belum sama sekali nemuin sahabat kayak gini. Sayang baru waktu kelas 6 aku nemuin yang kayak gini. Hmm.. mereka itu kayak barang yang susah dicari dan kalo ilang, hmm.. bisa nangis sampai jerit-jerit..

Aku ingin mereka itu rapet kayak perangko. kebersamaan kita itu terlalu banyak arti. Sayangnya setiap hari itu pasti ada malam, dan malam adalah waktu yang selalu memisahkan antara aku dan mereka. #lebay

Aku ingin dunia tahu,  kalo aku ingin bersama mereka selamanyaaa, tiada akhir..
Clamody hebaattt... the best real..
I like it, and I hope you like my story :)
Sorry, kalo lebay dan gaje (emang iya -__-)

******

Sebenernya juga aku nggak tahu arti dari Lass, Activate, Marvelous atau Zealously. yang aku tahu cuma clever sama One Direction-nya. Yang aku tahu cuma Clamody atau Pura-Pura Ninja adalah nama persahabtan kita, udah sampai situ doang tnapa tahu artinya. dan aku juga bingung sama Silmi yang bikin nama Clamody, kenapa coba pake masukin nama One Direction segala? Ya meskipun aku juga nge-fans sama mereka.

Aku juga berharap sama mi. Semoga aja kita bisa sama-sama terus selamanya Aamiiinnnn...

Pura-Pura Ninja

Hallo, aku Tajqia Qalbu Rahayu (yang sering dipanggil non jia). Aku baru sadar bahwa sahabat sejati bukanlah yang seperti itu. Bukan yang selalu menghina, berantem terus, dan hal yang membuatku nggak suka.

Tapi akhirnya kutemukan sahabat yang benar-benar sahabat bukan sekedar kata, tapi sahabat yang susah untuk dicari. Sahabat ini memang benar-benar bisa dikatakan "The Best". Aku senang bisa bersahabat dengan mereka-Farah, Haura, Silmi, Tuhfa, setelah kucoba mencari kemana-mana.

Meski aku pernah merasakan hal-hal yang lucu, aneh, gila, gokil, kecewa, bersama mereka. Tapi kenapa ya, jika sudah bertemu mereka rasanya hanya 1 menit? padahal kita main dari pagi hingga sore.

Aku tak mau kembali pada masa lalu yang bisa dibilang "Menyakitkan".

******

Setuju banget buat Tajqia, aku nggak pernah nemuin sahabat yang sehebat, segokil, seaneh, segila dan se-klop lebih dari kalian. Buat Silmi, Tuhfa, Tajqia sama Haura, semoga kita bisa kayak gini terus sampai gede ya..

Kado Terindah

Tanggal 3 November 2012 adalah tanggal keramat bagiku. Karena pada tanggal itu, aku Friska-yang hari ini menjadi cewek paling beruntung-mendapat nomor hp seorang Fauzan-cowok paling pinter plus shaleh diantara satu kelas bahkan mungkin satu amkatan. Jadi waktu itu begini ceritanya..

******

Hari ini hari sabtu, yang berarti hari ini aku wajib mengikuti bimbel yang diselenggarakan oleh sekolah bagi siswa-siswi kelas 9. Saat ini jam menunjukan pukul 10, yang berarti kami sedang mendapat jam istirahat. Seperti biasa, yang tinggal tetap didalam kelas hanya beberapa gelintir orang termasuk aku, Hasna, Ratu dan tentu saja Fauzan! Aku sering heran, tuh cowok sarapan apa sih? masa sampai jam 10 belum juga lapar?

Dia selalu menghabiskan waktu istirahat hanya dengan duduk dibangkunya sambil mendengarkan musik melalui headsetnya-yang membuatnya semakin terlihat cool-dan bersenandung kecil. Itulah alasan terbesarku untuk-menahan-lapar-dan-tidak-pergi-ke-kantin-untuk-jajan-demi-memandanginya-diam-diam. Perjuangan cinta yang sangat besar sampai-sampai perutku juga ikut berjuang.

Saat itu aku sedang bergosip ria bersama Hasna dan Ratu dibangkunya Ratu. Ketika aku memandangi Fauzan secara diam-diam, tiba-tiba dia bangkit dari duduknya dan berjalan kearah meja yang sedang menjadi meja gosip bagi kami bertiga. Semakin Fauzan mendekat, semakin panas dingin tubuhku.

"Hei, aku minta no hp kalian dong!" ujarnya ketika sampai dimeja kami.

Sontak, aku dengan kecepatan melebihi kilat mengambil hp-ku-karena aku masih belum hafal nomor hp sendiri-yang berada di saku celana jinsku.

"Nih!" seruku, semangat 45 ku tiba-tiba muncul tanpa bisa ditutup-tutupi.

Lalu aku mulai menyebutkan nomor hp milikku. Sambil menyebutkan nomor hp, aku jadi senyumsenyum sendiri dan berteriak dalam hati 'Akhirya dia minta nomor hp-ku juga!'.

Setelah aku hampir selesai menyebutkan nomor hp-ku, ternyata bel masuk berbunyi dan teman-temanku mulai memasuki kelas. Akupun mempercepat penyebutan nomor hpku.

"Aku ulang, ya." kata fauzan setelah aku selesai menyebutkan nomor hp-ku.
"Nggak usah, missed call aja biar cepet. udah bel masuk!" seruku.

Fauzan pun menurut dan langsung meneleponku. Dan bunyi nada dering 'Hedwig's theme'ku-yang menurutku seperti bunyi pertanda bahwapintu surga telah terbuka untukku-yang menyeruak diantara kebisingan kelas. Layar hp-ku langsung bertuliskan 'Fauzan' yang langsung kututupi-sebelum ada yang melihat-dengan tangan.

******

Aku memang sudah memiliki nomor hp Fauzan sejak lama yang kudapat dari Tami si ketua murid yang sekaligus teman baikku. Tapi aku terlalu gengsi dan malu untuk memulai percakapan duluan. Dan karena hari itu adalah tanggal 3 bulan November, jadi aku menganggapnya sebagai kado terindah dari Fauzan karena pada tanggal 7 November aku berulang tahun. Terima kasih, Fauzan.

Rabu, 25 Juni 2014

John Legend-All Of Me

What would I do without your smart mouth
Drawing me in, and you kicking me out
You've got my head spinning
No kidding
I can't pin you down
What's going on in that beautiful mind
I'm your magical mystery ride
And I'm so dizzy
Don't know hit me
But I'll be alright

My head's underwater
But I'm breathing fine
You're crazy and I'm out of my mind

Cause all of me
Loves all of you
Love your curves and all your edges
All your perfect imperfections
Give your all tome
I'll give my all to you
You're my end and my beginning
Even when I lose I'm winning
Cause I give you all of me
And you give me all of you

How many times do I have to tell you
Even when you're crying you're beautiful too
The world is beating you down
I'm around through every mood
You're my downfall
You're my muse
My worst distraction
my rhythm and blues
I can't stop singing
It's ringing
In my head for you

My head's underwater
But I'm breathing fine
You're crazy and I'm out of my mind

Cause all of me
Loves all of you
Love your curves and all your edges
All your perfect imperfections
Give your all tome
I'll give my all to you
You're my end and my beginning
Even when I lose I'm winning
Cause I give you all of me
And you give me all of you

Give me all of you
Cards on the table
We're both
Showing hearts
Risking it all
Though it's hard

Cause all of me
Loves all of you
Love your curves and all your edges
All your perfect imperfections
Give your all tome
I'll give my all to tou
You're my end and my beginning
Even when I lose I'm winning
Cause I give you all of me
And you give me all of you

I give you all of me
And you give me all of you

Sabtu, 21 Juni 2014

Coldplay-Yellow

Look at the stars
Look how they shine for you
And everything you do
Yeah, they were all yellow

I came along
I wrote the song for you
And all all the things you do
And it was called "Yellow"

So then i took my turn
Oh, what a thing to have done
And it was called yellow

Your skin
Oh yeah, your skin and bones
Turn into
Something beautiful
You know
You know i love you so
You know i love you so

I swam across 
I jumped across for you
Oh, what a thing to do
Cause you were all yellow

I drew a line
I drew a line for you
Oh, what a thing todo
And it was all yellow

Your skin
 Oh yeah, your skin and bones
Turn into
Something beautiful
And you know
For you i'd bleed myself drive
For you i'd bleed myself drive

It's true
Look how they shine for you
Look how they shine for you
Look how they sihe for
Look how they shine for you
Look how they shine for you
Look how they shine 

Look at the stars
Look how they shine for you
And all the things that you do

Rabu, 30 April 2014

Kisah Anak Pengarak Ondel-ondel

Aku adalah seorang anak keturunan Betawi. Aku memiliki seorang ayah yang berprofesi sebagai pengarak ondel-ondel. Sedangkan ibuku sudah meninggal dunia karena suatu penyakit yang di deritanya selama bertahun-tahun. Kami berdua hidup  berkecukupan dari uang hasil mengarak ondel-ondel. Awalnya, aku tidak tertarik dengan odel-ondel, tetapi beberapa hari yang lalu babehku berkata. “Lestarikan budaya daerahmu dan kelak bangsa akan menghargaimu sebagai pahlawan.” Kata-kata itu selalu terngiang-ngiang dibenakku. Hingga akhirnya pada hari ini aku diajak oleh babehku untuk mengarak ondel-ondel bersama beliau dan teman-temannya.
Hari ini aku dibangunkan pukul 05.00 oleh babeh. Karena aku susah untuk dibangunkan dengan terpaksa babeh menggelitiki tubuhku.
“Kalau elu kagak bangun juga, babeh kelitikin loh!” ucap babeh dengan nada mengancam.
“5 menit lagi dong, Beh.” Godaku sambil berpura-pura mengantuk.
“Kalau elu kagak bangun juga, Babeh kelitikin sekarang juga! 1.. 2.. 3!” ucap babeh sambil mulai menggelitiki tubuhku.
“A… A… Udah Beh, ampun.. Roni udah bangun nih.. udah melek.” Ujarku minta ampun.
“Ya udeh buruan sono mandi.. Elu jadi kan ikut babeh ngarak ondel-ondel?” tanya babeh.
“Jadi dong, Beh..” ucapku sambil mengacungkan jempol dan beranjak ke kamar mandi.
Setelah aku selesai mandi, aku mengintip keluar jendela. Ternyata, teman-teman babeh sudah siap untuk mengarak ondel-ondel. Aku pun bergegas mengenakan pakaianku.
“Roni! Cepetan keluar! Temen-temen babeh udah pada nungguin elu!” teriak babeh dari luar rumah.
“Ya, Beh. Bentar!” teriakku tak kalah kencang dari teriakan babeh.
Aku pun langsung bergegas keluar rumah.
“Elu mandi aja lama banget. Elu tadi di dalem mandi apa tidur?” ledek babeh ketika melihatku muncul diambang pintu.
“Ya, maaf Beh..” jawabku.
“Ya udeh buruan.. Elu mau nyobain masuk ke dalem ondel-ondel kagak?” tawar babeh.
“Ya udah Beh , Roni mau nyobain masuk.” Ucapku.
Babeh mengankat ondel-ondel ke atas kepalaku dan memasukan ku ke dalam ondel-ondel. Musik khas Betawi mulai terdengar, aku pun dengan lincah mulai menggerak-gerakan tubuh ondel-ondel. Meskipun didalam ondel-ondel cukup panas, tapi aku tidak merasakannya, karena terlalu asyik bergoyang mengikuti irama lagu.
Hari sudah semakin siang, rombaongan kami memutuskan untuk pulang. Sesampainya dirumah, kami menghitung uang hasil arak-arakan hari ini. Kami cukup beruntung karena mendapat uang sebesar Rp.250.000,-. Karena rombongan kami terdiri dari 10 oarng, maka babeh selaku coordinator membagi uang itu sama rata sebesar Rp.25.000,- bagi setiap orang.

Setelah menjalani hari ini, aku menjadi lebih tertarik dan cinta pada ondel-ondel. Dan aku berjanji pada diri sendiri akan tetap melestarikan budaya Betawi yang satu ini.



Karya: Farah dan Firyal