Disebuah hutan tinggalah sekelompok
binatang. Seperti burung gagak, gajah, kura-kura, tikus tanah dll. Pada suatu hari ada 3 binatang
hutan Gagak, Gajah dan Kura-kura berprotes didepan rumah Pak Beo karena
kehilangan persediaan makanan mereka. Pak Beo sebagai yang dituakan di hutan
itu bertanya, apa saja yang hilang.
Kura-kura mengaku kehilangan
timun-timun yang telah ia tanam dikebunnya. Kura-kura mengaku bahwa kebun
timunnya rusak dan dia menemukan jejak kaki disekitar kebunnya. Gagak mengeluhkan
jagung-jagungnya hilang. Dia juga menemukan jejak kaki binatang disekitar gudang penyimpanan jagungnya.
Gajah juga mengaku pisangnya hilang
10 sisir. Gajah menemukan jejak kaki tak dikenal dirumahnya. Pak Beo memutuskan
akan melihat jejak kaki-jejak kaki tersebut. Pertama-tama mereka pergi ke
kebunnya Kura-kura. Diperlihatkanlah jejak kaki tersebut oleh Kura-kura.
“Ini jejak kaki yang terdapat
digudang jagungku!” seru Gagak
“Dirumahku juga jejak kakinya yang
seperti ini.” Kata Gajah.
Malamnya mereka menumpuk buah-buahan
di halaman rumah Pak Beo untuk menjebak sang pencuri. Lalu mereka bersembunyi
dibalik semak-semak. Tak lama, ada seekor kancil yang mendekati tumpukan buah
tersebut dengan cara mengendap-endap.
“Tangkap!” seru Gajah.
Pak Beo, Kura-kura, Gajah dan Gagak
pun berlari kea rah si Kancil dan menangkapnya. Pak Beo melihat jejak kakinya
dan ternyata sama dengan jejak kaki yang berada di kebun Kura-kura.
“Apa kamu yang mencuri timun milik
Kura-kura, jagung milik Gagak dan pisang milik Gajah?” Tanya Pak Beo pada si
Kancil.
Awalnya Kancil tidak mengakui, tapi
pada akhirnya si Kancil mengakui bahwa dirinyalah yang mencuri buah-buahan
tersebut. Kancil meminta maaf kepada Kura-kura, Gagak, Gajah serta Pak Beo. Si
Kancil pun berjanji tidak akan mencuri lagi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar