Sabtu, 26 Juli 2014

Kado Terindah

Tanggal 3 November 2012 adalah tanggal keramat bagiku. Karena pada tanggal itu, aku Friska-yang hari ini menjadi cewek paling beruntung-mendapat nomor hp seorang Fauzan-cowok paling pinter plus shaleh diantara satu kelas bahkan mungkin satu amkatan. Jadi waktu itu begini ceritanya..

******

Hari ini hari sabtu, yang berarti hari ini aku wajib mengikuti bimbel yang diselenggarakan oleh sekolah bagi siswa-siswi kelas 9. Saat ini jam menunjukan pukul 10, yang berarti kami sedang mendapat jam istirahat. Seperti biasa, yang tinggal tetap didalam kelas hanya beberapa gelintir orang termasuk aku, Hasna, Ratu dan tentu saja Fauzan! Aku sering heran, tuh cowok sarapan apa sih? masa sampai jam 10 belum juga lapar?

Dia selalu menghabiskan waktu istirahat hanya dengan duduk dibangkunya sambil mendengarkan musik melalui headsetnya-yang membuatnya semakin terlihat cool-dan bersenandung kecil. Itulah alasan terbesarku untuk-menahan-lapar-dan-tidak-pergi-ke-kantin-untuk-jajan-demi-memandanginya-diam-diam. Perjuangan cinta yang sangat besar sampai-sampai perutku juga ikut berjuang.

Saat itu aku sedang bergosip ria bersama Hasna dan Ratu dibangkunya Ratu. Ketika aku memandangi Fauzan secara diam-diam, tiba-tiba dia bangkit dari duduknya dan berjalan kearah meja yang sedang menjadi meja gosip bagi kami bertiga. Semakin Fauzan mendekat, semakin panas dingin tubuhku.

"Hei, aku minta no hp kalian dong!" ujarnya ketika sampai dimeja kami.

Sontak, aku dengan kecepatan melebihi kilat mengambil hp-ku-karena aku masih belum hafal nomor hp sendiri-yang berada di saku celana jinsku.

"Nih!" seruku, semangat 45 ku tiba-tiba muncul tanpa bisa ditutup-tutupi.

Lalu aku mulai menyebutkan nomor hp milikku. Sambil menyebutkan nomor hp, aku jadi senyumsenyum sendiri dan berteriak dalam hati 'Akhirya dia minta nomor hp-ku juga!'.

Setelah aku hampir selesai menyebutkan nomor hp-ku, ternyata bel masuk berbunyi dan teman-temanku mulai memasuki kelas. Akupun mempercepat penyebutan nomor hpku.

"Aku ulang, ya." kata fauzan setelah aku selesai menyebutkan nomor hp-ku.
"Nggak usah, missed call aja biar cepet. udah bel masuk!" seruku.

Fauzan pun menurut dan langsung meneleponku. Dan bunyi nada dering 'Hedwig's theme'ku-yang menurutku seperti bunyi pertanda bahwapintu surga telah terbuka untukku-yang menyeruak diantara kebisingan kelas. Layar hp-ku langsung bertuliskan 'Fauzan' yang langsung kututupi-sebelum ada yang melihat-dengan tangan.

******

Aku memang sudah memiliki nomor hp Fauzan sejak lama yang kudapat dari Tami si ketua murid yang sekaligus teman baikku. Tapi aku terlalu gengsi dan malu untuk memulai percakapan duluan. Dan karena hari itu adalah tanggal 3 bulan November, jadi aku menganggapnya sebagai kado terindah dari Fauzan karena pada tanggal 7 November aku berulang tahun. Terima kasih, Fauzan.

1 komentar: