Senin, 18 Agustus 2014

Buaya Insaf

Di sebuah sungai hiduplah seekor Buaya yang mahir dibanyak bidang tetapi tidak mau membantu tetangganya yang kesusahan. Seperti hari kemarin Ibu Kuda nil meminta si Buaya membetulkan
 listrik di rumahnya yang padam. Tetapi si Buaya tidak mau. Jadi Ibu Kuda nil terpaksa memanggil tukang listrik untuk membetul kan listrik di rumahnya.

Hari ini Pak Berang-berang datang ke rumah si Buaya. Pak Berang-berang meminta si Buaya agar membetulkan atap rumahnya yang bocor. Tetapi si Buaya tidak mau karena beralasan sibuk. Padahal alasan si Buaya tidak mau menbantu adalah malas dan dia yakin jika setelah membantu para tetangganya dia tidak akan mendapatkan imbalan.

Pada suatu hari angin bertiup kencang yang disertai hujan lebat dan petir yang menyambar kian kemari
 Semua binatang yang ada diluar rumah segera masuk kedalam rumahnya masing-masing, kecuali si Buaya. Ketika dia menuju rumahnya, dari kejauhan dia melihat rumahnya sudah rata dengan tanah, hancur dan berantakan. Dia pun berlari ke rumah ibu Kuda nil yang berada disisi sungai. Dia menggedor-gedor pintunya sambil berteriak minta tolong tapi tidak ada jawaban.

Si Buaya segera berlari berlari kedalam sungai dan mengunjungi rumah Pak Berang-berang. Dia berteriak minta tolong di depan rumah Pak Berang-berang.

"Pergilah kau, Buaya! Aku tak sudi menolongmu!" Teriak Pak Berang-berang dari dalam rumahnya.

Dengan putus asa dia berlari ke rumah Rusa yang menjabat sebagai RT di sungai itu. Untung saja Rusa mau menolong si Buaya dan membiarkannya berteduh dari hujan yang ganas diluar sana. Didalam rumah Rusa, Buaya bercerita tentang para tetangga yang tidak mau menolangnya. Rusa pun menjawabnya dengan menasehati Buaya. Rusa bercerita tentang Buaya yang tidak mau membantu tetangganya, dan Rusa menyarankan agar si Buaya besok meminta maaf kepada tetangganya dan berjanji akan merubah sikapnya.

Keesokan harinya Rusa mengumpulkan seluruh warga disekitar sungai itu di depan rumahnya. Saat itu juga Buaya meminta maaf kepada warga atas sikapnya. Seluruh warga memaafkan Buaya. Seluruh warga membantu mendirikan kembali rumah Buaya yang roboh.

Seperti janjinya, setelah kejadian itu Buaya mau membantu tetangganya dengan hati ikhlas.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar