Suatu hari, disebuah desa hewan tinggallah seekor burung hantu yang
sudah tua. Dia sering dipanggil Kakek Kukuk. Dia hidup sebatang kara. Tak ada
keluarga ataupun sanak saudara. Suatu hari, ketika Kakek Kukuk sedang berburu
di malam hari dia melihat seekor kelelawar kecil terbang sambil menangis
meneriaki ibunya.
“Ibu! Ibuu! Ibuuuuu!!”
teriak anak kelelawar itu.
Kakek Kukuk menghampiri
anak itu di udara. Kakek Kukuk menyuruh anak kelelawar itu hinggap di dahan
pohon didekat mereka terbang, lalu Kakek Kukuk memintanya untuk menceritakan
apa yang terjadi padanya. Setelah beberapa saat anak kelelawar itu menceritakan
pada Kakek Kukuk. Akhirnya Kakek Kukuk pun mengerti, ternyata anak kelelawar
itu terpisah dari induknya dan saudaranya ketika ibunya mengajak berburu.
“Dimana rumahmu, Nak?” tanya
Kakek Kukuk.
“Di ujung sebelah utara
desa.” jawab anak kelelawar itu.
Kakek Kukuk mengantarkan
anak kelelawar itu sampai di rumahnya. Melihat
anaknya kembali, ibu kelelawar menangis tersedu-sedu karena bahagia. Sebagai tanda
terima kasih karena Kakek Kukuk sudah menyelamatkan anak bungsunya, ibu
kelelawar menganggap Kakek Kukuk sebagai saudaranya. Mulai saat itu Kakek Kukuk
tinggal bersama keluarga kelelawar. Kakek Kukuk pun tidak hidup seorang diri
lagi, sekarang dia sudah memiliki keluarga dan Kakek Kukuk pun hidup bahagia
bersama keluarga kelelawar.
******
Tidak ada komentar:
Posting Komentar