Senin, 08 Desember 2014

Kakek Kukuk

Suatu hari, disebuah desa hewan tinggallah seekor burung hantu yang sudah tua. Dia sering dipanggil Kakek Kukuk. Dia hidup sebatang kara. Tak ada keluarga ataupun sanak saudara. Suatu hari, ketika Kakek Kukuk sedang berburu di malam hari dia melihat seekor kelelawar kecil terbang sambil menangis meneriaki ibunya.
            “Ibu! Ibuu! Ibuuuuu!!” teriak anak kelelawar itu.
            Kakek Kukuk menghampiri anak itu di udara. Kakek Kukuk menyuruh anak kelelawar itu hinggap di dahan pohon didekat mereka terbang, lalu Kakek Kukuk memintanya untuk menceritakan apa yang terjadi padanya. Setelah beberapa saat anak kelelawar itu menceritakan pada Kakek Kukuk. Akhirnya Kakek Kukuk pun mengerti, ternyata anak kelelawar itu terpisah dari induknya dan saudaranya ketika ibunya mengajak berburu.
            “Dimana rumahmu, Nak?” tanya Kakek Kukuk.
            “Di ujung sebelah utara desa.” jawab anak kelelawar itu.
            Kakek Kukuk mengantarkan anak kelelawar itu sampai di  rumahnya. Melihat anaknya kembali, ibu kelelawar menangis tersedu-sedu karena bahagia. Sebagai tanda terima kasih karena Kakek Kukuk sudah menyelamatkan anak bungsunya, ibu kelelawar menganggap Kakek Kukuk sebagai saudaranya. Mulai saat itu Kakek Kukuk tinggal bersama keluarga kelelawar. Kakek Kukuk pun tidak hidup seorang diri lagi, sekarang dia sudah memiliki keluarga dan Kakek Kukuk pun hidup bahagia bersama keluarga kelelawar.


******

Tidak ada komentar:

Posting Komentar