Sabtu, 12 Maret 2016

Menjadi Pemain Sepak Bola

Saat ini adalah musim libur anak sekolah. Aku pun menikmati liburan ini dengan mengunjungi rumah tanteku di Tanggerang. Biasanya hari-hari yang kulewati disini kuhabiskan dengan menonton tv, bermain game, atau menonton film horor bersama saudaraku, Kirana. Hari ini pun begitu, kami berdua sedang rebahan di atas ubin yang dingin sambil bermalas-malasan menonton tv.  Tetapi, ketika aku dan Kirana sedang asyik menonton film kartun kesukaan kami yaitu Phineas and Ferb, tiba-tiba Om Henri-papa Kirana, menghampiri kami berdua dengan berjalan pincang.
            “Kenapa, Om?” tanyaku sambil melihat jempol kaki Om Henri yang berdarah.
            “Tadi Om lagi tidur, terus mimpi. Mimpinya Om jadi pemain sepak bola profesional yang lagi mau tendangan penalti. Om pasang kuda-kuda. Sekuat tenaga om tendang bolanya. Tapi, pas Om tendang bolanya tiba-tiba ‘duaakk !’. Om kebangun, dan ternyata kaki Om beneran nendang lemari. Ya, jadi gini dehh..” tutur Om Henri.
            Cerita itu kami tanggapi dengan tawa yang bisa membuat kami sakit perut dan pastinya susah untuk diberhentikan.
            “Bukannya bantuin, malah pada ngetawain!” keluh Om Henri sembari mengobati kakinya.
******

Tasikmalaya, Maret 2016

Tidak ada komentar:

Posting Komentar