Minggu, 31 Agustus 2014

Si Kancil

            Disebuah hutan tinggalah sekelompok binatang. Seperti burung gagak, gajah, kura-kura, tikus  tanah dll. Pada suatu hari ada 3 binatang hutan Gagak, Gajah dan Kura-kura berprotes didepan rumah Pak Beo karena kehilangan persediaan makanan mereka. Pak Beo sebagai yang dituakan di hutan itu bertanya, apa saja yang hilang.
            Kura-kura mengaku kehilangan timun-timun yang telah ia tanam dikebunnya. Kura-kura mengaku bahwa kebun timunnya rusak dan dia menemukan jejak kaki disekitar kebunnya. Gagak mengeluhkan jagung-jagungnya hilang. Dia juga menemukan jejak kaki binatang  disekitar gudang penyimpanan jagungnya.
            Gajah juga mengaku pisangnya hilang 10 sisir. Gajah menemukan jejak kaki tak dikenal dirumahnya. Pak Beo memutuskan akan melihat jejak kaki-jejak kaki tersebut. Pertama-tama mereka pergi ke kebunnya Kura-kura. Diperlihatkanlah jejak kaki tersebut oleh Kura-kura.
            “Ini jejak kaki yang terdapat digudang jagungku!” seru Gagak
            “Dirumahku juga jejak kakinya yang seperti ini.” Kata Gajah.
            Malamnya mereka menumpuk buah-buahan di halaman rumah Pak Beo untuk menjebak sang pencuri. Lalu mereka bersembunyi dibalik semak-semak. Tak lama, ada seekor kancil yang mendekati tumpukan buah tersebut dengan cara mengendap-endap.
            “Tangkap!” seru Gajah.
            Pak Beo, Kura-kura, Gajah dan Gagak pun berlari kea rah si Kancil dan menangkapnya. Pak Beo melihat jejak kakinya dan ternyata sama dengan jejak kaki yang berada di kebun Kura-kura.
            “Apa kamu yang mencuri timun milik Kura-kura, jagung milik Gagak dan pisang milik Gajah?” Tanya Pak Beo pada si Kancil.
            Awalnya Kancil tidak mengakui, tapi pada akhirnya si Kancil mengakui bahwa dirinyalah yang mencuri buah-buahan tersebut. Kancil meminta maaf kepada Kura-kura, Gagak, Gajah serta Pak Beo. Si Kancil pun berjanji tidak akan mencuri lagi.


Senin, 18 Agustus 2014

Buaya Insaf

Di sebuah sungai hiduplah seekor Buaya yang mahir dibanyak bidang tetapi tidak mau membantu tetangganya yang kesusahan. Seperti hari kemarin Ibu Kuda nil meminta si Buaya membetulkan
 listrik di rumahnya yang padam. Tetapi si Buaya tidak mau. Jadi Ibu Kuda nil terpaksa memanggil tukang listrik untuk membetul kan listrik di rumahnya.

Hari ini Pak Berang-berang datang ke rumah si Buaya. Pak Berang-berang meminta si Buaya agar membetulkan atap rumahnya yang bocor. Tetapi si Buaya tidak mau karena beralasan sibuk. Padahal alasan si Buaya tidak mau menbantu adalah malas dan dia yakin jika setelah membantu para tetangganya dia tidak akan mendapatkan imbalan.

Pada suatu hari angin bertiup kencang yang disertai hujan lebat dan petir yang menyambar kian kemari
 Semua binatang yang ada diluar rumah segera masuk kedalam rumahnya masing-masing, kecuali si Buaya. Ketika dia menuju rumahnya, dari kejauhan dia melihat rumahnya sudah rata dengan tanah, hancur dan berantakan. Dia pun berlari ke rumah ibu Kuda nil yang berada disisi sungai. Dia menggedor-gedor pintunya sambil berteriak minta tolong tapi tidak ada jawaban.

Si Buaya segera berlari berlari kedalam sungai dan mengunjungi rumah Pak Berang-berang. Dia berteriak minta tolong di depan rumah Pak Berang-berang.

"Pergilah kau, Buaya! Aku tak sudi menolongmu!" Teriak Pak Berang-berang dari dalam rumahnya.

Dengan putus asa dia berlari ke rumah Rusa yang menjabat sebagai RT di sungai itu. Untung saja Rusa mau menolong si Buaya dan membiarkannya berteduh dari hujan yang ganas diluar sana. Didalam rumah Rusa, Buaya bercerita tentang para tetangga yang tidak mau menolangnya. Rusa pun menjawabnya dengan menasehati Buaya. Rusa bercerita tentang Buaya yang tidak mau membantu tetangganya, dan Rusa menyarankan agar si Buaya besok meminta maaf kepada tetangganya dan berjanji akan merubah sikapnya.

Keesokan harinya Rusa mengumpulkan seluruh warga disekitar sungai itu di depan rumahnya. Saat itu juga Buaya meminta maaf kepada warga atas sikapnya. Seluruh warga memaafkan Buaya. Seluruh warga membantu mendirikan kembali rumah Buaya yang roboh.

Seperti janjinya, setelah kejadian itu Buaya mau membantu tetangganya dengan hati ikhlas.

Kamis, 07 Agustus 2014

Tulus-Sepatu

Kita adalah sepasang sepatu
Selalu bersama tak bisa bersatu
Kita mati bagai tak berjiwa
Bergerak karena kaki manusia

Aku sang sepatu kanan
Kamu sang sepatu kiri
Kusenang bila diajak berlari kencang
Tapi aku takut kamu kelelahan
Ku tak masalah bila terkena hujan
Tapi aku takut kamu kedinginan

Kita sadar ingin bersama
Tapi tak bisa apa apa
Terasa lengkap bila kita berdua
Terasa sedih bila kita di rak berbeda
Di dekatmu kotak bagai nirwana
Tapi saling satu pun kita tak berdaya

Kusenang bila diajak berlari kencang
Tapi aku takut kamu kelelahan
Ku tak masalah bila terkena hujan
Tapi aku takut kamu kedinginan

Kita sadar ingin bersama
Tapi tak bisa apa apa
Kita sadar ingin bersama
Tapi tak bisa apa apa

Terasa lengkap bila kita berdua
Terasa sedih bila kita di rak berbeda
Di dekatmu kotak bagai nirwana
Tapi saling satu pun kita tak berdaya

Cinta memang banyak bentuknya
Mungkin tak semua bisa bersatu

Minggu, 03 Agustus 2014

Clamody

Hari ini tanggal 3 Agustus, Clamody jalan-jalan yang baru datang aku, Silmi, Farah, Tuhfa sih belum datang, tapi Tajqia nggak bakal dating. Pertama, kita ngumpul di gramedia habis itu ke KFC dehh.. nggak tau mau kemana lagi..
           
Clamody terbentuk kelas 6, sebenernya nggak tau sih mereka bakal nganggap sahabat, akhirnya mereka nganggap juga J
         
 Kita punya mimpi bikin film, tapi mudah-mudahan film itu jadi karena sekarang masing-masing anggota sibuk sendiri-sendiri, semoga bias kumpul lebih sering dan lebih lama lagi.

            
Aku pingin Clamody lebih kompak, tetep bersahabat, jangan ada marahan, pokoknya jaga komunikasi ya…

******
Thanks for today buat kalian bertigaaa.... Hari ini seru banget! Mulai dari rebut di gramedia, maksa haura bikin cerita ini di KFC, makan lagi di foodcourt dan maksa Tuhfa buat bikin cerita tentang clamody tapi tetep aja nggak mau. Jadinya malah main Truth or Dare. Terus ke 21 nonton Bajaj Bajuri the movie. Seru, ngakak bareng di bioskop. Sayang aja ada yang namanya sore, jadi kita harus pulang. Tapi makasih banget ya buat hari iniJ