Sabtu, 13 Desember 2014

One Direction-Once In A Lifetime

Once in a lifetime
It's just right
We made no mistakes
Not even a landslide or riptide
Could take it all away

Somehow, it feels just nothing has changed
Right now my heart is beating the same
Out loud someone's calling my name
It sounds like you

When I close my eyes
All the stars align
And you are by my side
You are by my side

Once in a lifetime
It's just right
That we are always safe
Not even the bad guys in the dark night
Could take it all away

Somehow, it feels like nothing has changed
Right now my heart is beating the same
Out loud someone's calling my name
And it sounds like you

When I close my eyes
All stars align
And you are by my side
You are by my side
You are by my side
You are by my side

Once in a lifetime
You were mine

Ada Bapak Bertanya Pada.... Bapaknya?

Waktu itu kami di kelas sedang mengantri di depan meja guru untuk meminta nilai atas tugas yang diberikan kepada kami. Yang mengantri di depanku, F dan yang mengantri dibelakangku adalah N. Saat itu, F sedang bernyanyi.
          F       : “Ada bapak bertanya pada bapaknya.”
          N       : “Salah, woi! Ada anak bertanya pada bapaknya!”
          F       : “Emang tadi aku nyanyi apa?”
          Aku   : “Ada bapak bertanya pada bapaknya.”
          F       : “Oh, salah ya? Ya udah deh..”
          Lalu F melanjutkan bernyanyi dengan lirik yang benar. Melihat kecuekan F yang tidak peduli dia habis salah lirik dan tetap bernyanyi, aku dan N tertawa, bahkan seluruh murid yang mendengar percakapan kami bertiga ikut tertawa.

******

          Ada yang ingat kejadian ini?

Senin, 08 Desember 2014

Kakek Kukuk

Suatu hari, disebuah desa hewan tinggallah seekor burung hantu yang sudah tua. Dia sering dipanggil Kakek Kukuk. Dia hidup sebatang kara. Tak ada keluarga ataupun sanak saudara. Suatu hari, ketika Kakek Kukuk sedang berburu di malam hari dia melihat seekor kelelawar kecil terbang sambil menangis meneriaki ibunya.
            “Ibu! Ibuu! Ibuuuuu!!” teriak anak kelelawar itu.
            Kakek Kukuk menghampiri anak itu di udara. Kakek Kukuk menyuruh anak kelelawar itu hinggap di dahan pohon didekat mereka terbang, lalu Kakek Kukuk memintanya untuk menceritakan apa yang terjadi padanya. Setelah beberapa saat anak kelelawar itu menceritakan pada Kakek Kukuk. Akhirnya Kakek Kukuk pun mengerti, ternyata anak kelelawar itu terpisah dari induknya dan saudaranya ketika ibunya mengajak berburu.
            “Dimana rumahmu, Nak?” tanya Kakek Kukuk.
            “Di ujung sebelah utara desa.” jawab anak kelelawar itu.
            Kakek Kukuk mengantarkan anak kelelawar itu sampai di  rumahnya. Melihat anaknya kembali, ibu kelelawar menangis tersedu-sedu karena bahagia. Sebagai tanda terima kasih karena Kakek Kukuk sudah menyelamatkan anak bungsunya, ibu kelelawar menganggap Kakek Kukuk sebagai saudaranya. Mulai saat itu Kakek Kukuk tinggal bersama keluarga kelelawar. Kakek Kukuk pun tidak hidup seorang diri lagi, sekarang dia sudah memiliki keluarga dan Kakek Kukuk pun hidup bahagia bersama keluarga kelelawar.


******